Udah cukup lama liat di internet,kalo di luar negeri ada yg membuat benda atau alat yg dibentuk sedemikian rupa hingga memungkinkan bagi seorang wanita tuk (maaf) kencing sambil berdiri.
Sepertinya ada (sebagian kecil) kaum “feminisme” yg menginginkan ” kalo pria bisa kencing dengan berdiri wanita juga (mesti) bisa…???
Kesataran…..
*Dalam (kesempatan) bekerja…itu perlu…!!!
*Dalam berpendapat juga perlu..!!
*Dalam pendidikan…. itu harus..!!! (karena ,meski sama2 berperan dlm pendidikan di rumah, peran seorang wanita(ibu) lebih dominan daripada seorang pria(bapak)
Tapi kesataran dalam hal tsb diatas…..??? apa perlu… harus..???
Padahal ada (entah banyak atau sedikit) pria yang meski berpergian,ia berusaha tuk ke toilet agar bisa kencing dengan jongkok…..
Itukah kesetaran di masa kini?????
Seperti itukah kesetaran yang diinginkan?????
Alhamdulillah,..Dengan belajar dari blog,mastah-mastah( salah satunya @haanssim ) dan komunitas di Indonesia baik yang di facebook maupun yang di twitter akhirnya bisa sendiri (autotext,ngeroot,dan gonta ganti custom rom).
Yang belum bisa flashing dengan PC (karena belum punya ;-) )
Terima kasih buat mastah-mastah dan komunitas-komunitas di Indonesia
Biarkan orang lain yang menilai saya A,B atau C karena hanya kita sendiri (saya ) yang tahu.
Saya bisa berkata “saya APA ADANYA orang lain ADA APANYA”
Saya bisa berkata “saya baik hati ,orang lain…?? “
Kalau saya berkata demikian,bukankah orang lain juga BISA berkata demikian(yang serupa)..???
Semoga kita(saya) bisa obyektif, meski terkadang kita(saya) lupa atau tidak selalu bisa bersikap demikian.
Seorang ustadz (yang benar-benar ustadz ) tidak akan “berkoar-koar” saya lho ustadz.
Seorang guru juga tidak akan berkata ” saya ini guru lho”, dan masih banyak contoh lainnya…
Mereka tidak “berkoar-koar” ,karena masyarakat atau orang lainlah yang menilai si A itu “ini” , si B itu “gini” dsb.
Meski pandangan orang lain itu tidak selalu benar karena diri kita,orang dekatlah (keluarga) yang lebih tahu diri kita.
MAAF saya cuma menulis…………. (bukankah di negeri ini bebas berpendapat..dsb selama tidak melanggar aturan atau norma:-D )
Honda introduces new UNI-CUB personal mobility device
Honda Motor today unveiled the new UNI-CUB personal mobility device. Featuring a compact design and comfortable saddle, UNI-CUB offers the same freedom of movement in all directions that a person enjoys while walking.
Personal Vacuum Assisted Climber (PVAC)
The U.S. Air Force Research Laboratory’s 2012 Service Academy and University Engineering Challenge, in which teams had to design gadgets that would allow soldiers to safely and quickly ascend vertical surfaces […] took place April 16th to 20th, at Wright State University’s Calamityville tactical laboratory in Fairborn, Ohio. It was required that all competing devices must allow users to climb higher, faster and with less effort than current techniques allow. The devices also had to be reusable, permit multiple pitches within one climb, allow the operator to keep one hand free for using other equipment, and be capable of getting three people each carrying 300-pound (136 kg) loads up a 90-foot (27.5-meter) vertical silo within 20 minutes.
At the heart of the two PVAC units were two back-mounted carpet extractor motors. These each created suction with a three-stage impeller, were powered by seven lithium-polymer batteries, and created a seal against the wall using connected handheld pads lined with closed-cell foam. A pressure release lever on each pad allowed it to be secured against the wall when being used by the climber to pull themselves up, then released so it could be lifted higher.
A gauge indicated safe vacuum levels, while a volt meter let climbers know if they were about to run out of juice (as it turned out, they just made it).
Hanging beneath each pad was a stirrup, with a foot rest made from fiberglass rebar. Users placed one foot in each stirrup, then set to climbing the wall. “The motion of the system is like that of climbing a ladder,” team leader TJ Morton told us. “The only difference is the climber must learn to correctly distribute his weight as he climbs.” […]
[read more] [Wright-Patterson Air Force Base] [Photo: USU]
Salam
Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga. Lihat twitter atau timelinenya @asmanadia membuat saya jadi ingin beli buku #thinkdinar
Di blog ini saya gak mereview tapi hanya mengutip sebagian dari buku tersebut.
Kita tahunya (atau yang sering diceritakan) bahwa “Rosulullah Saw itu digambarkan tidur diatas pelepah kurma sampai-sampai tulang belikatnya berbekas pelepah. Bahkan beliau pernah mengganjal perutnya untuk menahan lapar dan Rosulullah biasa berbuka dengan tiga butir kurma dan seteguk air.
Menurut ukuran zaman sekarang sepintas itu menunjukkan bahwa Rosulullah miskin? Sepintas terlihat demikian,TAPI sebenarnya TIDAK. Karena sebenarnya Rosulullah Saw punya penghasilan dan bahkan bisa menumpuk harta dalam jumlah sangat besar jika ia mau,akan tetapi beliau memilih untuk menggunakan harta pribadinya untuk kepentingan pembangunan ekonomi umat dan kesejahteraan.
Mungkin sedikit yang tahu (ini cuma perkiraan penulis,syukur-syukur kalau udah banyak yang tau) bahwa mahar yang diberikan Rosulullah kepada Khadijah adalah 20 ekor unta(Rp260juta),bahkan menurut satu riwayat, ditambah lagi dengan 12 uqiyah (ons) emas(Rp159juta).
Berikut ini penjelasannya:
*Harga unta standar diasumsikan seharga 7 Dinar (untuk unta pilihan tentu saja lebih mahal). Jika 1 dinar emas sama dengan Rp 1.8 juta,maka harga satu unta mencapai Rp 12,6 juta atau jika kita bulatkan menjadi sekitar Rp 13 juta,maka mahar unta yang diberikan Rosulullah senilai Rp 260 juta.
*lalu bagaimana dengan mahar emas yang diberikan oleh Rosulullah? Ini penjelasannya. Satu uqiyah sama dengan 7,4 dinar. Satu dinar setara dengan Rp 1.8 juta. Artinya bahwa mahar emas yang diberikan Muhammad muda senilai dengan Rp 159.840.000 (12 uqiyah x 7,4 dinar x 1,8 juta rupiah)
Semoga dengan tulisan ini kita (penulis) sedikit tahu hal-hal lain tentang Rosulullah (selain yang sering atau umum diceritakan…..)
Salam
Wayang dari China #fotodroids #Instagram #Instadroid #Instagramhub #photowalk (Taken with instagram)
Seperti
Seperti pujangga
Yang pandai merangkai kata
Seperti Hawa
Yang menyejukan mata
Seperti tentara
Yang gagah dan perkasa
Tapi
Aku bukan mereka
Hanyalah pria
Manusia biasa
By:satoryasuga
Kacau
Pikiranku lagi kacau
Mulut tak karuan terus berkicau
Tidurpun jadi mengigau
Ingin cepat menyebut Engkau
Agar tak bertambah kacau
By:satoryasuga
Terinspirasi oleh Mosha Alloy (ManicurePedicureHaticure/MPH)